Searching...
Kamis, 17 September 2015

Aku dan Secangkir Kopi

Apakah Anda pernah mencoba kopi hitam ? Kopi yang kumaksud adalah kopi tanpa gula. Kalau saya sudah pernah. Waktu itu hari sabtu malam atau yang sering kita sebut malam minggu. Malamnya anak-anak muda seperti saya. Saat malam minggu saya hanya di rumah, sedangkan teman-teman entah pergi kemana dengan acaranya masing-masing.

Melanjutkan tentang kopi pahit. Membuat secangkir kopi ini ternyata perlu sedikit perjuangan. Malam itu yang tidak ada air panas, sehingga saya harus merebus air terlebih dahulu. Setelah air mendidih, lalu kutuang kecangkir yang sudah saya ada kopi didalamnya. Lalu saya aduk pelan-pelan agar air tidak tumpah kemeja. Akhirnya secangkir kopi pahit yang saya buat tadi sudah jadi, ini kopi pahit kopi tanpa gula.

Ini kopi pahit pertama yang saya cicipi. Saya tidak menyangka rasanya akan sepahit ini. Entah kebanyakan bubuk kopinya atau memang seperti ini. Sambil "mringis" tetap kulanjutkan mencicipi sedikit demi sedikit. Karena esensi kopi tidak akan terasa jika langsung diminum sekali tengguk. Dan secara bergiliran saya minum air putih untuk mengurangi getirnya lidah dari kopi pahit ini.

Sebenarnya kopi pahit ini satu dari sebagian kegiatanku malam ini. Selain itu, saya penasaran apa manfaat kopi bagi tubuh. Apakah minuman sepahit ini punya manfaatnya atau malah tidak sama sekali. Akhirnya browsingpun tidak bisa kuhindari. Google adalah mesin pencari yang saya gunakan. Setelah beberapa kali mencari, akhirnya apa yang saya cari ketemu. Berikut beberapa menfaat kopi. Kopi sebagai sumber antioksida dan memenuhi nutrisi tubuh, kopi ini dapat mengurangi kerusakan fungsi kognitif pada lansia, dapat mengurangi potensi diabetes, dapat mengurangi resiko kanker, kopi membuat tubuh lebih bugar, bisa mendukung diet, mendukung kesehatan tulang, dapat menjaga kesehatan jantung,kopi juga dapat membuat anda tetap aktif,dan yang terakhir kopi dapat meningkatkan produktifitas.

Saya melihat waktu itu sudah menunjuk ke angka sebelas dan jarum panjang angka 35. Saat itu teringat acara yang saya sukai, Mister Tukul Jalan-jalan. Masih dengan kopi pahit saya nonton acara tersebut. Yang saya sukai dari acara ini, kadang-kadang menceritakan tempat-tempat bersejarah jaman dahulu yang mistis dan penuh nuansa horor. Dengan host yang humoris, Tukul Arwana.

Sampai acara ini selesai kopi pahit ini masih belum habis. Saya sempat berfikir, kenapa kopi sepahit ini banyak orang yang suka. Karena penasaran akhirnya saya mencari informasi dari blog kakak saya. Ia mengatakan begini, "rasa kopi ini berbeda beda, jadi nikmatnya minum kopi ini akan terasa jika sudah bisa membedakan rasa kopi yang diminum". Selanjutnya ia mengatakan, "kopi itu pahit,tapi akan terasa nikmat jika bisa menikmatinya”,seperti kehidupan ini".

by: Ajis

0 komentar:

Posting Komentar

 
Back to top!